Minggu, 22 April 2012

10 Gitaris Terbaik Dunia


1.Joe Satriani
Nama Lengkap: Joe Satriani
Website Resmi: Satriani.com
Tempat/Tgl Lahir: 15 Juli 1956 di Westburry, New York, USA
Group Band Saat Ini: Joe Satriani
Group Band Sebelumnya: The Squares
Pengaruh: Jimi Hendrix, Ritchie Blackmore
Gitar: Ibanez JS Series
Keahlian: Tapping, Alternate Picking, dll
Joe Satriani, pertama kali belajar gitar pada saat berumur 14 tahun. Pada umur 15 tahun, Joe sudah mengajar gitar (selama 3 tahun) kepada beberapa muridnya yang antara lain adalah Steve Vai, Kirk Hammet (Metallica) dan Larry LaLonde (Primus). Dapat dibayangkan betapa tekunnya dan cepatnya Joe mendalami permainan gitarnya.
Sambil mengajar di Second Hand Guitar, Berklee, Joe merilis albumnya yang pertama tahun 1986 yang berjudul Not Of This Earth. Tahun berikutnya, Surfing With The Alien dirilis dan mendapatkan gold dan platinum sales. Tahun 1989 Surfing in a Blue Dream pun dirilis dan mencapai angka 750.000 keping untuk penjualannya dan masuk ke nominasi Grammy Awards. Tahun 1992 The Extremist dirilis yang juga masuk nominasi Grammy Awards dan mencapai peringkat 24 di Billboard chart.
Tahun berikutnya, Time Machine (dobel CD) dirilis. Di tahun 1995 album yang berjudul Joe Satriani dirilis dan lagu My World masuk nominasi Grammy Awards. Tahun 1998 Joe merilis albumnya yang ke delapan berjudul Crystal Planet.
Di tahun 2000 Joe merilis album Engines Of Creation. Di album ini Joe melakukan eksperimen dengan rekaman menggunakan rhytm-rhytm yang dibuat di komputer. Tahun 2001 Joe merilis album live nya Live in San Fransisco.
Selain merilis album solonya, Joe Satriani juga merupakan penggagas diadakannya G3. Bersama Steve Vai, Joe sudah beberapa kali mengadakan konser G3 dengan dewa gitar lainnya seperti Eric Johnson (1996), Adrian Leggs, Kenny Wayne Shepherd dan Robert Fripp (1997), Michael Schenker dan Uli John Roth dengan Brian May sebagai Guest Star untuk show di London dan Patrick Rondat di Perancis (1998) dan John Petrucci (2001).
Joe Satriani juga berpartisipasi dalam proyek Merry Axemas-nya Steve Vai dan memainkan satu lagu Silent Night yang di aransemen ulang dan juga pernah mengisi posisi gitar untuk Deep Purple di tahun 1990an.
Setelah Engines of Creation album seperti apalagi yang akan dirilis Joe Satriani berikutnya? Kita nantikan saja!!


2. Steve Vai
Nama Lengkap: Steven Siro Vai
Website Resmi: Vai.com
Tempat/Tgl Lahir: 06 Juni 1960 di New York, USA
Group Band Saat Ini: Steve Vai
Group Band Sebelumnya: Hot Chocolate, The Ohio Express, Circus, Rayge, Bold As Love, Axis, Morning Thunder, Frank Zappa, The Out Band, The Classified, 777, Alcatrazz, David Lee Roth, Whitesnake
Pengaruh: Joe Satriani, Frank Zappa
Gitar: Ibanez Universe, Ibanez JEM
Keahlian: semua teknik dalam buku pelajaran gitar bisa dilakukannya dengan sempurna!!! 
Siapa yang tidak kenal dengan dewa gitar yang satu ini? Permainannya mulai dari blues, jazz, rock sampai klasik dan ethnic music. Permainan gitarnya pun tidak terbatas pada komunitas gitar saja tetapi juga bagi orang-orang awam yang tidak mendalami gitar. 
Pada umur 6 tahun, Steve mulai belajar piano. Pada umur 10 tahun, Steve mulai belajar bermain akordeon. Pada umur 13 tahun barulah Steve mulai mendalami gitar dan sejak saat itu lahirlah seorang dewa gitar yang baru. 
Steve Vai mengawali karirnya dengan album debutnya Flex-Able Leftovers pada tahun 1984. Pada tahun 1990, Steve merilis album keduanya yang berjudul Passion and Warfare. Album ini mendapat pengakuan internasional dan Steve memenangkan polling pembaca majalah Guitar Player dalam 4 kategori yang berbeda. Album Steve yang ketiga berjudul Sex & Religion dirilis tahun 1993 dan album keempatnya Alien Love Secrets dirilis tahun 1995. Pada tahun 1996 album kelima Steve Fire Garden dirilis. 
Tahun 1999, Steve meluncurkan album keenamnya yang berjudul Ultra Zone. Dalam album ini Steve lebih banyak memfokuskan dirinya dalam komposisi lagu dan bereksperimen dengan gitarnya. Tahun 2001 album The Seventh Song dirilis dan album ini berisi lagu-lagu slow/ballad yang pernah dirilis Steve dengan ditambah beberapa lagu baru. Dan di tahun 2001 Alive in an Ultra World pun dirilis. 
Steve Vai juga pernah memproduksi 2 album Natal yang berjudul Merry Axemas Vol.1 dan Merry Axemas Vol.2, juga konser G3 bersama Joe Satriani dan Eric Johnson/Kenny Wayne Shepherd dan terakhir John Petrucci turut juga bergabung dalam G3. 
Belakangan ini Steve Vai lebih memfokuskan diri bereksperimen pada permainan gitarnya dan sekarang ini band Steve Vai ditambah seorang pemain bass yang sudah tidak asing lagi buat fans-fans rock tahun 80-an, Billy Sheehan. Belum pasti kapan album barunya akan beredar, kita tunggu saja



3.Paul Gilbert
Nama Lengkap: Paul Brandon Gilbert
Website Resmi: PaulGilbert.com
Tempat/Tgl Lahir: 6 November 1966 di Carbondale Illinois - USA.
Group Band Saat Ini: Racer X
Group Band Sebelumnya: Racer X, Mr.Big
Pengaruh: Eddie Van Halen
Pendidikan: Tamatan GIT (Guitar Institute Of Technology) dan Instruktur GIT.
Gitar: Ibanez Paul Gilbert Model (PGM) Signature Series
Keahlian: Alternate Picking, String Skipping, Arpeggio, dll. 
Paul Gilbert merupakan salah satu dewa gitar seperti halnya Steve Vai, Yngwie, John Petrucci lainnya. Sebelumnya Paul dikenal melalui group bandnya Mr.Big, rekaman Mr.Big yang laku keras turut membesarkan nama Paul di dunia musik rock. 
Paul sendiri sudah cukup mengegerkan dunia gitaris pada tahun 86-87 sebagai pemain gitar tercepat di dunia ketika Paul masih bergabung dengan group band Racer X. Teknik permainannya telah sempurna saat ia baru menginjak 17 tahun itu. 
Pada usia 5 tahun (1971) Paul sudah mulai mempelajari gitarnya, 10 tahun berikutnya (1981) Paul coba mengirim demo rekamannya ke produser Mike Varney dan di luar dugaanya Mike sangat mengagumi permainannya di samping Tony Macalpine. 
Pada tahun 1984 Paul pindah ke LA dan melanjutkan sekolah gitarnya ke GIT (Guitar Institute of Technology) dan kini telah menjadi instruktur sekolah gitar bergengsi ini. 
Pada tahun 1986 dia bergabung dengan band pertamanya Racer X dengan album debutnya "Street Lethal ", kemudian "Second Heat" (1987) & "Live! Extreme Volume" (1988). 
Pada tahun 1989 Paul meninggalkan Racer X dan bergabung dengan group band MR.BIG dengan pemain bass yang disegani "Billy Sheehan", vocalis Eric Martin dan drummer Pat Torpey. 
Mereka meluncurkan album pertamanya "MR.BIG" dan MR.BIG tampil untuk pertama kalinya di Jepang pada bulan Oktober. 
Selanjutnya Paul meluncurkan album berikutnya: "Live! Raw Like Sushi" (1990), "Mr Big - Lean into it" (1991), "Mr.Big - San Francisco Live" (1992), "Racer X - Live Extreme Volume 2" (1992), "Mr.Big - Bump Ahead" (1993), "Mr.Big - Live! Raw Like Sushi 2" (1994), "HEY MAN" & " The best of MR.BIG" (1996), "Hard Rock Cafe", " Live At Budokan " & solo " King of Club" (1997) 
Lagu "To Be With You" (dari Album "Lean Into It") menduduki posisi pertama di majalah Billborad USA selama 3 minggu. 
Pada tahun 1998 Paul tampil pertama kali di Jepang dengan solo albumnya. Paul meluncurkan album solo "Flying Dog". Tahun 1999 Paul kembali ke Jepang dan meluncurkan album solo kedua "Beehive Live" dan album ketiga Racer X "Technical Difficulties".
Tahun 2003 album Burning Organ dirilis, kali ini masuk ke label Indonesia dibawah naungan Staria Enterprise. Namun album berikutnya, Acoustic Samurai tidak lagi di Staria, melainkan berpindah ke label Variant Music. Kemudian Paul menggelar promo tur album "Spaceship One" hingga ke Indonesia. Hal ini disambut antusias oleh penggemar-penggemarnya, pasalnya banyak artis asal Amerika yang menarik diri karena takut disweeping oleh pihak-pihak tertentu.

4. John petrucci
Nama Lengkap: John Peter Petrucci
Website Resmi: JohnPetrucci.com
Group Band Sebelumnya: Majesty
Gitar: Ernie Ball Musicman, Ibanez
Tempat Lahir: Long Island, New York 12 Juli 1967
Pengaruh Permainan: Steve Morse, Allan Holdsworth, Yngwie Malmsteen, Metallica, Eddie Van Halen
Zodiac: Cancer
Tempat Tinggal: New York
Status: Menikah
Keahlian: String Skipping, Chromatic Scales, Arpegio, Matrix Modulation, Tapping, dll…
John besar di Long Island, tepatnya di King park, dimana dia, john myung & Kevin moore bersekolah bersama. John mulai Belajar gitar ketika masih berumur 12 tahun (sebelumnya dia pernah belajar ketika berumur 8 tahun tetapi menyerah ketika Dia melihat kakak perempuannya harus begadang tiap malam belajar main organ. Dia tidak merencanakan untuk menjadi seperti Itu, Dia belajar gitar sepulang sekolah dan akhirnya dia menjadi tidak tertarik lagi). Namun dia mulai banyak terpengaruh Oleh permainan gitar dari gitaris semacam yngwie malmsteen, randy rhoads, iron maiden, steve ray Vaughn, dan grup besar Semacam yes, rush, Dixie dregs dan lain lain dia mulai bertekad untuk mencapai level permainan seperti mereka.
Sebagaimana kemunculan musik trash metal yang membuat John tertarik, maka John juga memperluas influence nya dengan Mendengarkan Metallica & Queensryche. John merasa membutuhkan tantangan yang lebih dalam tehnik guitar oleh karena itu Dia banyak mengadaptasi hammering speed & melodic style dari gitaris-gitaris seperti Steves (Steve Morse & Steve Vai), The Als (Allan Holdsworth & Al Dimeola) Mike Stern, Joe Satriani, Neal Schon & Eddie Van Halen.
Pendidikan musiknya dimulai dengan berbagai kelas teori musik yang dia ambil ketika high school. Dia belajar secara otodidak, tetapi Dia sempat menerima beberapa pelajaran gitar yang dia ambil ketika dia masuk ke Berklee College of Music di Boston, dimana dia Mempelajari komposisi jazz dan harmoni. Ketika di Berklee John Petrucci dan John Myung yang juga belajar di berklee bertemu dengan Mike Portnoy, dan mereka mulai membuat band yang diberi nama Majesty yang nantinya kemudian berganti nama menjadi Dream Theater. John sudah merekam 7 album dengan Dream Theater, dan dia juga banyak terlibat dengan beberapa proyek sampingan seperti Liquid Tension Experiment Dengan Tony Levin, Age of Impact, dan bahkan game Sega Saturn yang disebut Necronomicon, dan juga terakhir dia terlibat dalam proyek G3 Bersama Joe Satriani dan Steve Vai. Kecintaan dia pada menulis lirik dikombinasikan dengan gaya komposisi yang unik dari progressive fusion Mengasah bentuk musik dari Dream Theater.
John tinggal bersama istrinya Rena, dan 3 anaknya SamiJO, Reny, dan Kiara di New York. Ketika dia tidak bermain gitar dia banyak menghabiskan Waktunya dengan istri dan anak-anaknya dengan bermain skating, bersepeda, berolahraga dan menonton film.
John sedang merencanakan membuat solo albumnya yang pertama. Lagu-lagu barunya yang dia mainkan ketika bersama G3 juga akan ada di solo album tersebut: Jaws of Life , Damage Control and Glasgow Kiss. Dia melibatkan beberapa musisi seperti Dave LaRue pada bass, Dave DiCenso dan Tony Verderosa pada drum.
John Petrucci merupakan salah satu motor dari Dream Theater, super grup band yang sudah sangat mendunia. Peranan di dalam tubuh Dream Theater lebih didominasi oleh John Petrucci dan Mike Portnoy misalnya saja dalam pembuatan lagu dan produksi.
Dialah John Petrucci….sosok yang sangat powerfull ketika dia memainkan gitarnya di atas panggung. Skill dan kualitas musiknya sudah tidak di ragukan lagi sehingga dia pantas untuk mendapat julukan dewa gitar.
Aktivitasnya sekarang ini masih disibukkan dengan tour-tour keliling dunia bersama grup band yang ia besarkan. Setelah setahun tour, biasanya John Petrucci juga mulai mempersiapkan konsep-konsep baru untuk mengisi album terbaru Dream Theater setelah album studio ke 9 Dream Theater muncul di tahun 2007 silam bertitle Systematic Chaos dan dilanjutkan dengan Chaos in Motion di tahun 2008 yang merupakan materi-materi tour keliling dunia.


5. Yngwie Malmsteen
Nama Lengkap: Lars Johann Yngwie Lannerback
Nama Artis: Yngwie MalmSteen
Website Resmi: yngwie.org
Tempat/Tgl Lahir: 30 Juni 1963 di Stockholm, Swedia.
Group Band Saat Ini: Yngwie Malmsteen Band
Group Band Sebelumnya: Steeler, Alcatrazz,
Pengaruh: Niccolo Paganini, Jimi Hendrix, Ritchie Blackmore, J.S.Bach, Antonio Vivaldi, W.A.Mozart,
Gitar: Fender Stratocaster Yngwie Malmsteen Signature Series
Keahlian: Neoclassical, Alternate Picking, Arpeggio, dll.
Yngwie Malmsteen merupakan pelopor yang melahirkan seluruh gitaris shredder yang kami tampilkan di website ini. Setelah Eddie Van Halen (Van Halen) pertama kali membawakan tembang "Eruption" pada tahun 1978 yang memperkenalkan teknik "two handed tapping", Yngwie meluncurkan album klasik baroque shred debutnya "Rising Force" yang mengegerkan komunitas gitar rock, menciptakan standar baru untuk kecepatan & keahlian dalam bermain. Warna "Neo-Classical" yang di bawahkan Yngwie adalah berdasarkan struktur komposisi dari J.S Bach (1685-1750) dan Niccolo Paganini (1782-1840).
Setelah itu muncul para gitaris shredder yang menghasilkan sekian banyak album yang sukses. Hampir setiap minggu muncul gitaris baru yang mengklaim dirinya sebagai gitaris baru yang paling cepat di dunia. Sebagai contoh: Paul Gilbert, Marty Friedman, Jason Becker, Richie Kotzen, Vinnie Moore, Tony Macalpine, Greg Howe, dll. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Yngwie merupakan pahlawan gitar yang patut diacungi jempol. 
Pernikahan ayah Yngwie (seorang kapten tentara) dan ibunya (Rigmor - seniman) diakhiri dengan penceraian tidak lama setelah Yngwie lahir. Di samping itu Yngwie juga memiliki seorang kakak perempuan bernama Ann Louise dan kakak lelaki Bjorn. Yngwie terlahir sebagai anak bungsu yang liar, tidak bisa diatur dan ceria.
Pada awalnya Yngwie mencoba untuk mempelajari piano dan trumpet tetapi ia tidak dapat menguasai alat musik tersebut. Acoustic guitar (gitar bolong) yang dibeli oleh ibunya pada waktu dia berusia 5 tahun juga tidak disentuh Yngwie dan dibiarkan bergelantung di dinding. 
Sampai akhirnya pada tgl 18 September 1970, Yngwie melihat sebuah acara spesial mengenai meninggalnya Jimi Hendrix. Di situ Yngwie yang masih 17 tahun tsb menyaksikan bagaimana Jimi Hendrix menghasilkan bunyi feedback guitar dan membakar gitarnya di depan penonton. Pada hari wafatnya Jimi Hendrix tsb lahirlah permainan gitar Yngwie.
Yngwie yang penasaran tersebut kemudian membeli sebuah Fender Stratocaster murah, mencoba memainkan tembangnya Deep Purple dan menghabiskan banyak waktu untuk mengetahui rahasia dari alat instrumen dan musiknya sendiri. Kekaguman Yngwie terhadap Ritchie Blackmore (gitaris Deep Purple) yang dipengaruhi oleh musik klasik dan kekaguman terhadap kakak perempuannya yang sering memainkan komposisi Bach, Vivaldi, Beethoven, dan Mozart, memberikan ide kepada Yngwie untuk menggabungkan musik klasik tersebut dengan musik rock. Yngwie terus bermain seharian penuh sampai tidurpun dia masih tetap bersama gitarnya.
Pada usia 10 tahun, Yngwie menggunakan nama kecil dari ibunya "Malmsteen", mengfokuskan seluruh energi dia dan berhenti bersekolah. Di sekolah Yngwie dikenal sebagai pembuat onar dan sering berantem, tetapi pintar dalam pelajaran bahasa Inggris dan seni. Ibunya yang menyadari bakat musiknya yang unik, mengizinkan Yngwie tinggal di rumah dengan rekaman dan gitarnya. Setelah menyaksikan violinis Gideon Kremer membawakan komposisi Paganini: 24 Caprices di televisi, Yngwie akhirnya mengetahui bagaimana cara mengawinkan musik klasik dengan skill permainan dan karismanya.
Yngwie dan beberapa temannya merekam 3 lagu demo dan dikirim ke studio rekaman CBS Swedia, tetapi rekaman tersebut tidak pernah digubris atau diedarkan. Oleh karena frustasinya, Yngwie menyadari bahwa dia harus meninggalkan Swedia dan mulai mengirimkan demo rekaman dia ke berbagai studio rekaman di luar negeri. Salah satu dari demo tape Yngwie ternyata jatuh ke tangan konstributor Guitar Player dan pemilik Shrapnel Records: Mike Varney. Akhirnya Yngwie mendapat undangan ke Los Angeles untuk bergabung dengan band terbaru Shrapnel: "Steeler" dan seterusnya yang disebut sebagai sejarahnya. Pada bulan February 1983 Yngwie berangkat dari Swedia ke Los Angeles dengan bekal keahlian dan gaya permainan barunya.
Selanjutnya permainan Yngwie dikenal dunia dengan permainannya yang sangat cepat di intro lagu "Hot On Your Heels". Yngwie kemudian pindah ke group band Alcatrazz, sebuah band yang bergaya "Rainbow" dan didirikan oleh penyanyi Graham Bonnett. Walaupun telah bergabung dengan Alcatrazz yang menampilkan sekian banyak solo hebat di lagu "Kree Nakoorie", "Jet to Jet," dan "Hiroshima Mon Amour", Yngwie masih merasa terlalu dibatasi oleh band itu sendiri. Akhirnya Yngwie berpikir bahwa hanya album sololah yang menjadi solusi terbaik.
Album solo pertama Yngwie: Rising Force (kini dinobatkan sebagai kitab musik rock Neo-Classical) berhasil memasuki nomor 60 di tangga Billboard charts untuk musik instrumental gitar tanpa berbau komersil. Album ini juga memenangkan nominasi Grammy untuk Instrumental Rock Terbaik. Tidak lama kemudian Yngwie terpilih sebagai Gitaris Pendatang Baru Terbaik di berbagai majalah dan media, Gitaris Terbaik Tahun Itu, dan Rising Force menjadi Album Terbaik untuk tahun itu juga.
Pada 22 June 1987 mendekati ultah Yngwie yang ke-24, Yngwie mengalami kecelakaan dengan mobil Jaguarnya yang mengakibatkan dia koma hampir seminggu. Penyumbatan darah pada otak Yngwie juga menyebabkan tangan kanannya tidak berfungsi. Karena takut akan karirnya yang akan berakhir itu, Yngwie dengan susah payah mengikuti terapi untuk memulihkan kembali tangan kanannya. Setelah itu Yngwie mendapat cobaan lagi dari kematian ibunya di Swedia akibat penyakit kanker yang menghabiskan banyak biaya medical. Jika Yngwie orang lain, mungkin sudah menyerah dengan nasib seperti itu, tetapi Yngwie justru berubah dan kembali ke musiknya dengan semangat tinggi.
Setelah itu Yngwie meluncurkan album yang laris manis seperti Odyssey, Eclipse, Fire & Ice, Seventh Sign, I Can't Wait, Magnum Opus, Inspiration, Facing the Animal, Alchemy, War To End All Wars dan akhirnya Yngwie berhasil mewujudkan cita-citanya untuk bermain bersama sebuah Orkestra penuh di salah satu album terbarunya: Concerto Suite for Electric Guitar and Orchestra in Eb minor, Op. 1 (tahun 1998).


6 Alm.Jimi Hendrix
Jimmy Hendrix: Godfather of Elctric-Guitar
Seperti yang ada di judul, Jimmy Hendrix adalah gitaris paling legendaris dalam sejarah dunia musik.Dia mendapat kehormatan ringgi dari Semua orang yang melihat atau pernah berkerjasama denganya ,Corak permainan gitar Jimmy lebih condong kearah blues, dan rock and roll.
Tidak seperti anak kebanyakan, masa kecil Jimmy bisa dibilang suram, bayangkan sang ibu meninggalkanya pada saat Jimmy berusia 15 tahun.Ayahnya, yang mantan militer, merupakan oran yang keras dalam mendidik putranya, dia juga menginginkan jimmy untuk mengikui jejaknya ke jenjang militer. Karena alasan tersebut, begitu Jimmy DO dari SMA, doi langsung cabut ke Airbone Division of the U.S. Army. Meski berada di lingkungan militer, ketertarikan jimmy pada dunia musik (khususnya gitar) lebih besar. Di suatu latihan, Jimmy terkena cedera yang menjatuhkan vonis bahwa dia nggak bisa berada di militer, ini justru membuatnya girang -meskipun sang ayah sangat menentangnya dan bahkan Jimmy nggak boleh pulang rumah saat itu.
Tak patah arang, Jimmy bersama teman satu angkatanya di militer, Billt Cox mulai manggung dari satu klab ke klab lain. Jimmy segera bertandang ke New York dan mencoba peruntungan disana,bermain di beberapa klab,dan bertemu dengan tokoh idolanya, Bob Dylan. Tuhan ternyata adil, di bandnya "Jimmy James" dan "The blue Flames" jimmy mulai sukses , pada saat mereka manggung di sebuah kafe yang bernama"Cafe Wha?" kebetulan aksi panggung Jimmy diamati Londa Keith, kekasih dari Keith Richards.
Linda meminta kekasihnya agar melihat penampilan Jimmy dan diapun tertarik! Jimmy langsung disodori kontrak dan keliling eropa bersama Keith Richards.Sampai di Inggris, taji Jimmy mulai terlihat.Gigataris populer Inggris saat itu,Eric Clapton dan Pete Townshed sampai berkata"He thought his career was over after seeing Hendrix play the guitar".
Selesai Eropa, Jimmy mulai fokus di U.S. dan tampil di Monterey Pop Fest disitu dia menampilkan permainan yang belum pernah dilihat orang sebelumnya. Selesai tampil di Monterey, Jimmy seperti menjadi seorang Superstar dan tampil di festifal-festifal besar.
Jimmy meninggal pada 18 september 1970, meski telah tiada, distorsi dan gaya penampilan dari Jimmy akn tetap dikenang selamanya.....


7. I Wayan Balawan
 I WAYAN BALAWAN "Satu-satunya Gitaris 8 Finger tap Independent di Indonesia" - I Wayan Balawan Lahir di Gianyar, Bali, pada tanggal 9 September 1973. Balawan mulai bermain Musik sejak usia 8 Tahun dan kemudian membentuk bandnya ketika masih di Sekolah Dasar. Balawan memainkan beberapa lagu Scorpions, Deep Purple dan Beatles. Berhubung Bosan dengan Musik Rock, Setelah lulus Sekolah Balawan pindah ke Sydny untuk belajar Gitar jazz dan Vocal di Australian Institut Of Music. 
Balawan menjadi di kenal di Sydny selama 5 Tahun sampai akhirnya dia kembali ke kampung halamannya di Bali pada Tahun 1997 dan kemudian membentuk band bernama Batuan Ethnic Fusion (Musik Ethnis Bali yang di kombinasikan dengan Musik jazz). Album perdana Batuan Ethnic Fusion berjudul "Globalism" akhirnya di rilis.
Balawan adalah seorang gitaris yang sangat berbakat dengan gaya permainan yang sangat khas, yang di kenal dengan teknik "Touch Tapping Style" (Seperti halnya Stanley Jordan). Sebuah permainan yang memanfaatkan ke-delapan jari untuk memainkan tap pada fretboard. Sekilas permainan ini keliatan seperti permainan piano: Permainan bass, chord dan melody, semuanya di mainkan jari kiri dan jari kanan... nyaris tanpa di peik. permainan Balawan terkesan sangat halus dan licin. Uniknya Balawan mendevelop sendiri tap indevendent dimana permainan jari kiri dan kanan benar-benar tidak ada hubungannya (Berbeda sama sekai). Untuk mewujudkan hal ini, Balawan juga melatih teknik indevendent ini pada permainan drum. sumgguh merupakan sebuah kejutan karena ternyata Balawan merupakan seorang pemai drum yang baik pula. 
Di Indonesia Balawan telah di akui ebagai salah satu Gitaris terbaik di Indonesia, Balawan sudah sering mengisi acara Tv di Indonesia dan tampil di jazz cafe, Ubud (Bali) bersama bandnya Batuan Etnic Fusion dan Group jazz nya. Balawan adalah seorang guru gitar dan sering tampil di beberapa Sekolah Musik di Indonesia. Balawan juga diendorse oleh Ibanez dan Laney. Sebelumnya Blawan juga telah melakukan Tour di Eropa: East Meet West Gitarren Festival Edekoben Germany 2000 Tour, tour ke 20 Kota di Germany pada Tahun 2001, tour ke Hell Blues Festival di Noway (Sept 2001) dan merilis album solonya yang di Produksi di Jerman pada Tahun 2001.


8.Vitto Brata

Vito Bratta lahir.pada tanggal 1 Juli 1961 di Staten Island, New York.
Dia nih mantan lead guitarist & lead songwriter di band White Lion yang terkenal di era '80an.
Vito jadi gitaris di White Lion Mulai dari 1983-1992 (tahun bubarnya White Lion).




9.Jason Becker
Jason Becker adalah seorang anak ajaib yang mampu menguasai permainan gitar dengan sangat baik dalam waktu yang pendek (4 tahun) dan pada umur yang muda sekali, 16 tahun (1987). Jika kita mendengar hasil karya besar Jason, kita akan merasakan seolah-olah Mozart dan Bach hidup kembali dengan usia muda tersebut. Jason dapat dengan mudah menciptakan komposisi klasik yang sangat rumit (lebih rumit dari karya Yngwie atau gitaris lainnya) dan memainkannya dengan sangat cepat dan bersih baik electric guitar maupun gitar bolong. Dari sekian bayak gitaris shredder, Jason Becker-lah yang terbaik dalam komposisi klasiknya.
Sayang sekali Tuhan tidak mengizinkan Jason bermain gitar lebih lama lagi, Jason harus kehilangan seluruh kemampuannya pada usia 19 tahun (1990) berhubung terjangkit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis atau Lou Gehring) yang menyebabkan Jason lumpuh total. Organ tubuh Jason mati tahun demi tahun, sampai kini Jason hanya sanggup menggerakkan matanya. Padahal beberapa tahun sebelumnya Jason masih mampu menggerakkan jari kirinya dan menulis lagu melalui komputer dan menghasilkan album “Perspective”
Rencananya Jason akan menulis lagu lagi dengan menggunakan teknologi komputer Macintosh, dimana Jason dapat menggerakkan mouse computer dengan gerakan matanya. Mungkin inilah sejarahnya di mana seorang gitaris dapat menulis lagu dengan gerakan matanya. Dapat kita bayangkan betapa tingginya semangat Jason dalam menulis karya musiknya!
Walaupun pada albumnya yang berjudul “Perspective” Jason hanya menulis dengan pikiran bukan berarti hasil karyanya tidak berkualitas lagi. Simak sendiri karya Jason yang sangat rumit di album ini dengan judul “Serenna” dan “End Of The Beginning”. Setiap lagunya mencerminkan semangat Jason Becker untuk hidup/ sembuh kembali. Dengan tegas Jason menuliskan di cover album keduanya “Perspective”, bahwa penyakit ALS hanya melumpuhkan organ tubuh dan suaranya saja tetapi tidak dapat melumpuhkan pikiran dan musiknya.


10.Luca Turilli
Nama Lengkap: Luca Turilli
Website Resmi: Rhapsody
Tempat/Tgl Lahir: 5 Maret 1972 di Trieste, Italia.
Group Band Saat Ini: Rhapsody
Group Band Sebelumnya: N/A
Band Favorit: Manowar, Yngwie Malmsteen, Blind Guardian, Crimson Glory, Symphony X dan Nightwish
Pengaruh: Paganini, Bach, Vivaldi, Soundtracks, classic and medieval music
Gitar: Ibanez S-Series
Keahlian: Sweeping, Orchestration, Song Composition dll.
Kalau Anda mencari shredder yang komposisinya mengarah ke jaman-jaman pertengahan atau yang lebih dikenal dengan nama the dark ages, Luca Turilli lah orangnya. Permainan gitarnya tidak terlalu technical dalam arti Luca Turilli tidak banyak menggunakan teknik bermain gitar yang dipakai shredder pada umumnya. Dia hanya menggunakan sweeping, alternate picking dan sedikit tapping tanpa bending sedikitpun.
Yang menarik dan mengagumkan dari Luca adalah kemampuannya mengaransemen lagu-lagu yang bertemakan fantasi, sihir dan symphonic. Luca sendiri mendeskripsikan musik nya sebagai Epic Symphony Metal atau Hollywood Metal. Dalam lagu-lagunya Luca lebih memilih untuk menggunakan alat musik seperti biola, viola, cello dan contra bass untuk menunjang komposisinya daripada menggunakan keyboard untuk menggantikan alat-alat musik tersebut. Tidak ketinggalan selalu ada paduan suara (koor) gothic dan penyanyi opera untuk lebih membawa pendengarnya ke alam fantasi yang ingin disajikannya.
Luca memulai permainan gitarnya pada umur 16 tahun dan mendapatkan pengaruh dari dewa-dewa gitar seperti Yngwie Malmsteen, Jason Becker, Tony MacAlpine dan Vinnie Moore. Ia menyukai permainan gitar yang banyak memasukkan nada-nada musik klasik. Gitaris favorit nya adalah Jason Becker dan Luca menyatakan bahwa permainan gitar Jason dengan Marty Friedman di album Cacophony merupakan Holy Bible dari teknik sweet picking. Tapi dalam hal komposisi dan aransemen, Luca mengatakan bahwa ia mendapatkannya dari film-film Hollywood dengan special effect dan soundtrack yang luar biasa. Menurutnya kombinasi antara audio dan visual sangatlah menakjubkan dan inilah sebabnya Luca selalu memuat gambar-gambar yang sangat mendetail dalam setiap album yang dirilisnya. Hal ini dimaksudkan agar para pendegar bisa lebih terbawa ke alam fantasi yang diciptakannya.
Setelah merilis 2 album dengan Rhapsody (Legendary Tales dan Symphony of Enchanted Lands), Luca yang sedang melakukan promo tour Symphony of Enchanted Lands dengan Rhapsody menulis lagu-lagu pada waktu senggangnya dan sekembalinya Rhapsody ke Italia, ia langsung mengerjakan melodi dan aransemennya dan memutuskan untuk merilis album solo. Akhirnya pada tahun 1999 Luca merilis album solonya yang berjudul Kings of the Nordic Twilight yang merupakan CD pertama dari trilogy yang diberinya judul Virtual Odyssey.
Total album Rhapsody yang sudah dirilis sampai sekarang (2002) sudah ada 5 album yang semuanya merupakan sebuah cerita yang berkelanjutan. Dari Legendary Tales (1997), Symphony of Enchanted Lands (1998), Dawn Of Victory (2000), Rain of a Thousand Flames (2001) sampai Power of the Dragonflame (2002) kelima album ini merupakan satu cerita yang dinamakan Emerald Sword Saga. Dan di albumnya yang terakhir (Power of the Dragonflame) Luca menulis satu lagu dalam bahasa Italia (Lamento Eroico) yang bertema melankolis. Rencananya Rhapsody akan merilis album Rhapsody in Black di tahun 2003 dan kemudian membuat Saga baru dari cerita Lord of the Rings. 

Luca Turilli’s Dreamquest
Luca Turilli’s Dreamquest adalah proyek sampingan dari Luca Turilli. Nama Luca Turilli di tambahkan ke nama Dreamquest hanya untuk menghindari kebingungan fans dari sebuah band Perancis dengan nama yang sama. Luca membentuk band ini agar skill nya di Keyboard bisa di eksplorasi karena di dua proyek nya yang lain skill nya dalam permainan gitar sudah di nampakkan ke seluruh dunia.
Turilli hanya main keyboard di band ini. Bagian gitar di tangani oleh musisi sesi Rhapsody Of Fire Dominigue Leurquin, Identitas dari “Mystique” sang vokalis wanita masih menjadi tanda tanya besar. Banyak orang menunjuk ke arah Bridget Fogle, yang berkontribusi ke album ke tiga Turilli The Infinite Wonders Of Creation. Namun belum ada konfirmasi yang jelas akan identitas wanita ini.
Turilli berharap membawakan materi-materi band ini live se-segera mungkin. Formasi dari band ini adalah: Mystique (yang di asumsikan sebagian orang sebagai Bridget Fogle) pada vokal, Dominique Leurquin pada gitar, Luca Turilli pada keyboard, Sascha Paeth pada bass, dan Robert Hunecke-Rizzo pada drums. Album yang sudah di buat band ini berjudul Lost Horizon (2006)

0 komentar:

Posting Komentar